Nenosayang's Blog

meminta nya untuk hadir bukan inginku

meminta nya datang juga bukan kehendakku

lalu

salahkah aku???

aku hanya disini

diam… melihat… dan sekarang hanyut dalam permainanmu

bodoh??

mungkin…

 

ya mungkin aku terlalu mengikuti jalan permainanmu

membiarkanmu selangkah dan selangkah masuk ke dalam zona wilayahku

sampai aku sendiri pun tak menyadari akan hadirmu yang telah mengisi hariku

langkah yang perlahan tetapi begitu sempurna

 

kini… sekarang… dan saat ini

mungkin kau telah bosan melangkah dan terus berjalan tanpa ada mengertiku

kau pun mun mulai perlahan berjalan mundur

tapi ada yang salah…

disaat kau mulai melepas ikatanmu

justru sebaliknya yang kurasakan…

ya…

terlambat menyadari

terlalu jauh untuk menarikmu kembali

terlalu sulit kutapaki jalan

menyusuri jalan untuk berlari kearahmu

hilang arah

tak tau harus kemana jalan yang kuambil untuk menjemputmu

 

perlahan dan tertatih…

membuat mu semakin jauh

menjadikanmu orang asing dikehidupanku

memulai semua dari awal…

meninggalkan jejak yang tak kan terhapus

meninggalkan memori yang akan tersimpan rapat

menghapusmu dari kehidupanku saat ini

 

jika bisa ku meminta…

Terumbu Karang???

Tumbuhan / Hewan???

Sebelumnya jelasin terumbu dulu ya… Terumbu itu batuan sedimen kapur di laut yang mencakup juga karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut, sedangkan karang adalah sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur

Nah guys, terumbu karang itu adalah hewan, dia bersimbiosis dengan alga yang disebut “zooxanhellae”. Masih bingung?? Yuukk baca selengkapnya di bawah

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Si “zooxanhella” ini hidup di dalam polip-polip karang. Lalu si “zooxanthela” ini juga berfotosintesis, hasil fotosintersis ini lah yang dijadikan sumber makanan bagi terumbu karang.

Tapi Bentuknya mirip TUMBUHAN, trus juga FOTOSINTESIS???!!!

Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip. Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel. Namun pada kebanyakan Spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Karena bentuknya yang bercabang-cabang itulah maka terumbu karang sering dianggap sebagai tumbuhan.

Fotosintesis bukan dilakukan oleh terumbu karang melainkan oleh si “zooxanthela”.  Hasilnya akan menyebabkan bertambahnya produksi kalsium karbonat yang berfungsi untuk pembentukan cangkang pada terumbu karang.

Hewan karang mempunyai tentakel (tangan-tangan) untuk menangkap plankton sebagai sumber makanannya, Namun, sumber nutrisi utama hewan karang sebenarnya berasal dari proses fotosintesa zooxanthellae (hampir 98%). Selain itu, zooxanthellae memberi warna pada hewan karang yang sebenarnya hampir transparan. Timbal baliknya, karang menyediakan tempat tinggal dan berlindung bagi sang alga.

Teryata ya kawan… kehidupan didalam terumbu karang itu udah kompleks dan ribet banget ya… selain itu, terumbu karang itu tempat nursery dan feeding ground buat hewan – hewan laut yang lainnya… apaan lagi ya itu??? Liat lagi yuukk…🙂

Terumbu karang bagaikan oase di padang pasir untuk lautan. Karenanya banyak hewan dan tanaman yang berkumpul di sini untuk mencari makan, memijah, membesarkan anaknya, dan berlindung. Bagi manusia, ini artinya terumbu karng mempunyai potensial perikanan yang sangat besar, baik untuk sumber makanan maupun mata pencaharian mereka. Diperkirakan, terumbu karang yang sehat dapat menghasilkan 25 ton ikan per tahunnya. Sekitar 500 juta orang di dunia menggantungkan nafkahnya pada terumbu karang, termasuk didalamnya 30 juta yang bergantung secara total  pada terumbu karang sebagai sumber kehidupan.

Terumbu karang merupakan rumah bagi banyak mahkluk hidup laut. Diperkirakan lebih dari 3.000 spesies dapt dijumpai pada terumbu karang yang hidup di Asia Tenggara. Terumbu karang lebih banyak mengandung hewan vertebrata. Beberapa jenis ikan seperti ikan kepe-kepe dan betol menghabiskan seluruh waktunya di terumbu karang, sedangkan ikan lain seperti ikan hiu atau ikan kuwe lebih banyak menggunakan waktunya di terumbu karang untuk mencari makan. Udang lobster, ikan scorpion dan beberapa jenis ikan karang lainnya diterumbu karang bagi mereka adalah sebagai tempat bersarang dan memijah.

Supported  by:

http://geo.ugm.ac.id/archives/100

http://www.goblue.or.id/tentang-terumbu-karang

Pernah Gag sih kamu tiba-tiba dikejutkan dengan perkataan seseorang???

Pernah Gag sih kamu tiba-tiba dibuat berpikir akan dirimu sendiri???

Seperti

          Ihhhh, gue iri banget deh sama elo!! Elo tuh cantik!!! Elo tuh pinter!!! Elo tuh baik banget!!! Elo tuh sempurna banget deh pokoknya!!!

Apa justru kamu yang sering mengucapkan kata-kata seperti itu untuk orang lain??? (lalalala~)

          Ngerasa iri trus minder, trus jatuh, terus ngubur diri di dalam tanah (hahha… lebay!!!). Intinya kita ngerasa orang lain itu lebih ‘wah’ dari kita dan kita seperti semut yang kecilllll banget!!!

Sadar nggak sih kawan, kita tuh diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna loh. Nggak ada yang namanya “paling-palingan”. Kita semua sama seandainya kita bisa melihat diri kita dengan lebih baik.

Kedengerannya sih gampang ya kawan, haha😀

Sometimes, teori is so simple but not for practice!!! Aku tau kok dan sangat sadar juga. Tapi ya kalo boleh sekedar sharing,

“KITA SEMUA ITU PUNYA POTENSI DAN KUALITAS DIRI MASING-MASING!!!”

Setuju dong dengan Quote diatas???  :)

Melihat kelebihan orang lain? BOLEH

Mencontoh kebaikan yang dibuat orang lain? BOLEH BANGET

Yang NGGAK BOLEH itu, iri dengki bahkan buat kita terpuruk banget-banget sampe kelobang semut karena kesuksesan orang lain. :p

Jadikan kesuksesan orang lain untuk MOTIVASI DIRI SENDIRI agar bisa lebih baik. Buat orang lain juga bisa ‘iri’ terhadap kamu!!!

C.A.R.A.N.Y.A..G.I.M.A.N.A..????

  •  Niat dan yakin kalo SAYA BISA!!! (bukan niat setengah – setengah)
  •  Lakukan semua hal yang kamu bisa kerjakan SEBAIK-BAIKNYA!!! (do d’best!!!)
  • STOP mengatakan AKU NGGAK BISA!!!
  • Berani menCOBA HAL BARU yang ada di depanmu
  • JANGAN takut gagal
  • STOP dengerin orang yang justru membuat mu jatoh ke lobang semut (heheheJ)
  • ASAH DAN GALI terus kemampuan mu
  • TEKUNI HOBI dan KEGEMARAN kamu

Contoh :

«  Seneng nulis —> kembangkan terus, meskipun hanya sebatas nulis cerpen dan nulis puisi. Who knows??? Suatu saat kamu bisa jadi pengarang paling hebat  :)

«  Seneng nyanyi —-> kalo selama ini masih nyanyi di kamar mandi, hayo dong kepakan sayap keluar. Kecil-kecil dulu ja, ada acara di sekolah, kampus, sampe 17 Agustus-an kamu bisa minta buat ngisi acara.

«  Seneng sama yang berbau ILMIAH —-> mainnya sama ensiklopedi kali ya?? Banyak baca buku, banyak ingin tau. Who knows?? Kamu nanti bisa nemuin satu alat baru yang bisa bikin pinter orang tanpa harus belajar (ngaco.com) :p

«  Dannnn masih banyak lagiii yang bisa kamu lakukan. INTINYA semua yang kamu lakukan DENGAN HATI pasti akan BAIK HASILNYA J

  • PEDE
  • Ayo sama sama BELAJAR!!! J

“Jadi, mulai sekarang STOP namanya banding-bandingin diri kita dengan orang lain. Hidup kita adalah gimana kita menjalaninya. Akan indah jika kita membuatnya menjadi indah.”

So keep your SPIRIT and SMILE!!!

Hmm…

Disuruh nulis tentang kemahasiswaan di FPIK 2 tahun mendatang

Apa ya???

Tapi rasanya juga nggak pantas untuk bicara, sebab saya pun merasa belum ada kontribusi yang nyata dalam fakultas saya ini.

Tapi ya… mencoba untuk mengkritisi keadaan sekarang dan berimajinasi tentang keadaan dua tahun mendatang… Bismillah…🙂

Saat ini…

Dilihat dari berbagai segi, memang masih nampak banyak kekurangan yang dihadapi oleh fakultas kita tercinta ini. Mulai dari segi pelayanan dalam bidang kemahasiswaan, fasilitas yang ada untuk menunjang kegiatan perkuliahan dan kemahasiswaan, dan masih banyak lagi yang lainnya

Bukan mengeluh atau banyak menuntut, tapi mungkin saja ini suatu hal yang wajar, suatu proses untuk menjadi hal yang baik lagi, secara gitu lohh FPIK kan baru berumur 5 tahun…🙂

Dua tahun mendatang… insyaAllah

Pastinya kondisi FPIK harus labih baik dari kondisi yang ada saat ini. Mulai dari segi fasilitas perkuliahan, pelayanan kemahasiswaan, serta kegiatan kemahasiswaan itu sendiri.

 

Harapan di dua tahun yang mendatang untuk FPIK

Fasilitas Perkuliahan

  • Berdirinya dua gedung prodi untuk Perikanan dan Ilmu Kelautan (terpisah dengan gedung Dekanat)
  • Adanya laboratorium laboratorium yang menunjang kegiatan perkuliahan (sebagian besar praktikum harus dilakukan di dalam laboratorium, khususnya Perikanan)
  • Ada KOLAM RENANG (kasian sama kita kita dong, anak Ilmu Kelautan, masa mau praktikum renang dan selam musti jauh jauh ke UPI / SABUGA dulu… MAHAL di ONGKOS…😦
  • Ada kelas yang banyak (biar nggak nebang terus ke PTBS / Gedung Biru)

Pelayanan Kemahasiswaan

Ya… you know lah??!!! Yang terjadi sekarang, detik ini, menit ini… pelayanan kemahasiswaan FPIK harus lebih baik karena ini sebetulnya sangat penting untuk membantu kelancaran dalam kegiatan perkuliahan. Pelayanan kemahasiswaan berkaitan dengan beasiswa, urusan surat menyurat yang mengahruskan melibatkan fakultas, PKM, dll.  :)

 

Kegiatan Kemahasiswaan

KKM di FPIK banyak banget lohh teman, ada 14 KKM (belom termasuk BEM dan BPM) jadi kalo ditotal ada 16 KKM. Wuiiihhh manteph banget lah…

Setuju banget dengan banyaknya KKM yang ada aspirasi dan kreativitas mahasiswa bisa terjaring di dalam setiap KKM.

Tapi ya… kalo boleh berpendapat, sepertinya kegiatan nyata dari beberapa KKM cenderung tidak keliahatan. Jika memang begini keadaannya, lantas buat apa diadakannya sebuah KKM.

Buat akang teteh yang sudah terlibat di dalam suatu KKM ayoo mulai gebrakan nyata dari KKM itu sendiri sesuai porsinya masing masing.

Berkaca pada KKM di UNDIP, mereka mampu loh membuat sebuah sekre diluar Fakultas dengan biaya dari mereka sendiri. Kalo muncul peryataan “mereka kan sudah lama berdirinya” memang benar!!! tidak ada yang instan, semua butuh proses teman.

Inti dari semua ini adalah komitmen dan keseriusan, buktikan bahwa kita memang mampu dan bisa. Dan tahukah teman, setiap harinya seseorang bertambah kritis, adik adik kita mungkin jauh lebih kritis dari kita, jadi lakukan usaha semaksimal yang kita bisa untuk dapat dilanjutkan oleh adik adik kita nantinya.

 

“KOMITMEN, KESERIUSAN, TANGGUNG JAWAB kita dibutuhkan untuk membuat FPIK lebih maju lagi…!!!”

 

KEEP your SPIRIT and SMILE  !!!🙂

Sebelumnya telah dijelaskan tentang Energi, Habitat, Niche (Relung) dan Adaptasi dalam http://dirgandini.wordpress.com/2011/03/30/energi-habitat-relung-dan-adaptasi/

Untuk melengkapi bahasan tersebut mengenai apa saja yang mempengaruhi dalam suatu ekosistem terhadap makhluk hidup…

Come On… Cekidot…🙂

Evolusi

Evolusi berasal dari bahasa latin yang berarti membuka lapisan, kemudian dalam bahasa Inggris, evolution yang memiliki arti perkembangan secara bertahap.

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.

Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi – dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik (Bahasa Inggris:Genetic Drift) merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.

Charles Darwin merupakan ilmuwan pertama yang memcetuskan tentang adanya teori evolusi dan hingga saat ini masih terus dilakukan penelitian. Charles Darwin (1809-1892) juga  menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul “On the ofiginof species by means of natural selection” atau “The preservation of favored races in the struggle for life”.

PETUNUJUK ADANYA EVOLUSI

Beberapa bukti yang dianggap memberikan petunjuk adanya evolusi antara lain,

  • Variasi makhluk Hidup

Tidak ada dua individu di dunia ini yang memmpunhyai suifat yang benr-benar sama. Hal ini menunjkkan adanya variasi. Variasi adalah perbedaan yang ditemukan pada individu-individu yang masih satu spesies.

Jika varian tersebu hidup pada lingkingan yang berbeda maka akan menghasilkan keturunan yang berbeda pulan. Jadi adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru.

  • Fosil

Fosil-fosil yan ditemukan dalam lapisan bumi dari lapisan yan tua sampai yang uda menunjkkkan adanya perubahan secara berangsur-angsur. Denga membandingkan fosil-fosil yang ditemukan di berbagai lapisan bumi dapat diketahui adanya proses evolusi. Sejarah perkembangan kuda merupakan suatu conto yang paling terkenal untuk menerangklkan adanya perubahan-perubahan bentuk dari masa ke masa.

  • Homologi dan Organ analogi Tubuh

Struktur organ tubuh dari berbagai hewan dapat dibedakan menjadi homologi dan analogi. Homologi adalah organ-organ makhluk hidup yang mempunyai s bentuk asal ((dasar) yang sama, kemudian berubah strukturnya sehingga fungsinya berbeda. Misalnya sayap burung homolog dengan tangan manusia. Kaki depan kuda homolog dengansirip dad ikan paus.

Analogi adalah organ-organ tubuh yang mempunyai fungsi sama tetapi bentuk salnya berbeda. Misalnya sayap serangga dengan sayap burung.

  • Embriologi Perbandingan

Perkembangan zigot hewan vertebrata yang berkembang biak secara seksual menunjukkan adanya persamaan sampai pada fase tertentu. Hal tersebu menunjukkan adanya hubungan kekerabatan di antara golongan hewa vertebrat tersebut.

  • Petunjuk secara Biokimia

Untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerebatan antara organisme yang satu dengan yang lain dapat diuji secara biokimia yang disebut denga uji presipitin. Uji[peresipitin adalah menguji adanya reaksi antara antigen-antibodi. Banyak sedikitnya endapan yang terbentuik akibat reaksi tersebut dapat digunakan untuk menentuka jauh sedekatnya hubungan kekerabatan antara suatu organisme denga organisme yang lain.

  • Perbandingan Fisiologi Organisme

Organisme mempunyai ciri-ciri fisiologi yang sama, seperti respirasi, ekskresi dll. Meskipun ciri morfologi dan jumlah sel yang membentuk setiap organisme berbeda-beda, terdapat kemiripan-kemiripan dalam fisiologinya.

  • Petunjuk alat tubuh yang tersisa

Pada manusia dan bebrapa jenis hewan dapat dijumpai berbagai alat tubuh yang tidak berfungsi. Alat trubuh pada manusia yang tersisa antara lain adalah umbai cacing dan tulang ekor. Pada burung kiwi, burung yang tidak dapat terbang, terdapat alat tubuh yabg yersisa sebagai akibat penyusutan sayap.

Suksesi Primer dan Suksesi Sekunder

Suksesi merupakan adanya modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem. Proses suksesi berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem klimaks atau telah tercapai keadaan seimbang (homeostatis). Di alam ini terdapat dua macam suksesi, yaitu suksesi primer dan suksesi sekunder.

  • Suksesi Primer

Suksesi primer terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru. Gangguan ini dapat terjadi secara alami, misalnya tanah longsor, letusan gunung berapi, endapan Lumpur yang baru di muara sungai, dan endapan pasir di pantai. Gangguan dapat pula karena perbuatan manusia misalnya penambangan timah, batubara, dan minyak bumi.

Contoh yang terdapat di Indonesia adalah terbentuknya suksesi di Gunung Krakatau yang pernah meletus pada tahun 1883. Di daerah bekas letusan gunung Krakatau mula-mula muncul pioner berupa lumut kerak (liken) serta tumbuhan lumut yang tahan terhadap penyinaran matahari dan kekeringan. Tumbuhan perintis itu mulai mengadakan pelapukan pada daerah permukaan lahan, sehingga terbentuk tanah sederhana. Bila tumbuhan perintis mati maka akan mengundang datangnya pengurai. Zat yang terbentuk karma aktivitas penguraian bercampur dengan hasil pelapukan lahan membentuk tanah yang lebih kompleks susunannya. Dengan adanya tanah ini, biji yang datang dari luar daerah dapat tumbuh dengan subur. Kemudian rumput yang tahan kekeringan tumbuh. Bersamaan dengan itu tumbuhan herba pun tumbuh menggantikan tanaman pioner dengan menaunginya. Kondisi demikian tidak menjadikan pioner subur tapi sebaliknya.

Sementara itu, rumput dan belukar dengan akarnya yang kuat terns mengadakan pelapukan lahan.Bagian tumbuhan yang mati diuraikan oleh jamur sehingga keadaan tanah menjadi lebih tebal. Kemudian semak tumbuh. Tumbuhan semak menaungi rumput dan belukar maka terjadilah kompetisi. Lama kelamaan semak menjadi dominan kemudian pohon mendesak tumbuhan belukar sehingga terbentuklah hutan. Saat itulah ekosistem disebut mencapai kesetimbangan atau dikatakan ekosistem mencapai klimaks, yakni perubahan yang terjadi sangat kecil sehingga tidak banyak mengubah ekosistem itu.

  • Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder terjadi bila suatu komunitas mengalami gangguan, balk secara alami maupun buatan. Gangguan tersebut tidak merusak total tempat tumbuh organisme sehingga dalam komunitas tersebut substrat lama dan kehidupan masih ada. Contohnya, gangguan alami misalnya banjir, gelombang taut, kebakaran, angin kencang, dan gangguan buatan seperti penebangan hutan dan pembakaran padang rumput dengan sengaja.

Contoh komunitas yang menimbulkan suksesi di Indonesia antara lain tegalan-tegalan, padang alang-alang, belukar bekas ladang, dan kebun karet yang ditinggalkan tak terurus.

Faktor Pembatas

Faktor-faktor fisik-kimia yang diketahui dapat mempengaruhi kehidupan dan/atau laju pertumbuhan karang Sorokin (1993), antara lain adalah suhu, kedalaman, cahaya matahari, salinitas, kekeruhan, substrat dan pergerakan massa air. Berikut dibahas beberapa faktor lingkungan pembatas kehidupan karang.

  • Suhu

Suhu mempengaruhi kecepatan metabolisme, reproduksi dan perombakan bentuk luar dari karang. Suhu paling baik untuk pertumbuhan karang berkisar 23-30oC. Temperatur dibawah 18oC dapat menghambat pertumbuhan karangbahkan dapat mengakibatkan kematian. temperatur diatas 33oC dapat menyebabkan gejala pemutihan (bleaching), yaitu keluarnya zooxanthella dari polip karang dan akibat selanjutnya dapat mematikan karang (Sorokin, 1993).

  • Kedalaman

Terumbu karang tidak dapat berkembang diperairan yang lebih dalam dari 50 m. kebanyakan terumbu tumbuh pada kedalaman 25 m atau kurang.

  • Cahaya

Sorokin (1993) mengatakan bahwa cahaya yang cukup harus tersedia agar fotosintesis oleh zooxanthella simbiotik dalam jaringan karang dapat terlaksana. Tanpa cahaya yang cukup laju fotosintesis akan berkurang sehingga kemampuan karang untuk menghasilkan kalsium karbonat dapat membentuk terumbu akan berkurang pula.

  • Salinitas

Secara fisiologis, salinitas mempengaruhi kehidupan hewan karang karena adanya tekanan osmosis pada jaringan hidup. Salinitas optimal bagi kehidupan karang berkisar 30-35 o/oo. Karena itu karang jarang ditemukan hidup di daerah muara sungai besar, bercurah hujan tinggi atau perairan dengan salinitas yang tinggi.

  • Kekeruhan

Kekeruhan yang tinggi menyebabkan terhambatnya cahaya matahari masuk kedalam air dan selain mengganggu proses fotosintesis zooxanthella juga mengganggu polip karang dngan semakin banyaknya mucus yang dikeluarkan untuk melepaskan partikel yang jatuh di tubuh karang. Sedimentasi yang tinggi dapat menutupi dan akhirnya akan mematikan polip karang.

  • Substrat

Substrat yang keras dan bersih dari lumpur diperlukan untuk perlekatan larva karang (planula) yang akan membentuk koloni baru. Substrat keras ini berupa benda padat yang ada di dasar laut, misalnya batu, cangkang mollusca, potongan kayu bahkan besi yang terbenam.

  • Pergerakan massa air Arus dan gelombang penting untuk transportasi zat hara, larva, bahkan sedimen dan oksigen.

Selain itu arus dan gelombang dapat membersihkan polip dari kotoran yang menempel sehingga karang yang hidup di daerah berombak dan bearus kuat lebih berkembang dibanding dngan daerah yang tenang dan terlindungi.

Coral Branching dan Coral Non-Branching

Berdasarkan bentuk pertumbuhannya, karang batu menurut English et al. (1994) terbagi atas karang Acropora dan non-Acropora. Karang non-Acropora terdiri atas:

  1. Coral branching (CB), bentuknya bercabang seperti ranting pohon.

Contoh : Acropora sp, Echinopora sp, Pocillopora meandrina, Pocillopora eyrduxi, Tubastrea micranatha.

  1. Coral massive (CM), bentuknya seperti batu yang padat.

Contoh : Porites lobata, Porites lutea, Cyphastrea sp, Goniastrea sp, Astreopora sp, Montipora sp, Symphyllia sp, Favia sp, Porites sp, Favitas sp

  1. Coral encrusting (CE), bentuknya merayap, hampir seluruh bagian menempel pada substrat.
  2. Coral submassive (CS), bentuk kokoh dengan tonjolan-tonjolan atau kolom-kolom kecil.

Contoh : Pocillopora eyeduxi, Pocillopora verucosa

  1. Coral foliose (CF), bentuk menyerupai lembaran daun

Contoh : Echinopora lamellosa, Montipora sp

  1. Coral mushroom (CMR), bentuk menyerupai jamur.
  2. Coral Millepora (CME), semua jenis karang api dapat dikenali dengan adanya warna kuning di ujung koloni dan rasa panas seperti terbakar apabila tersentuh..
  3. Coral Heliopora (CHL), dapat dikenali dengan adanya warna biru pada skeleton

English et al., (1994) menggolongkan bentuk pertumbuhan Acropora sebagai berikut:

  1. Acropora branching (ACB), bentuk bercabang seperti ranting pohon.

Contoh : Acropora tenuis, Acropora formosa,Acropora digitifera, Acropora humilis, Acropora gamezi, Acropora florida, Pectinia lectuca

  1. Acropora Tabulate (ACT), bentuk bercabang dengan arah mendatar dan rata seperti meja.

Contoh : Acropora hyacinthus, Acropora cytherea, Acropora clathrata, Acropora latistella

  1. Acropora encrusting (ACE), bentuk mengerak
  2. Acropora submassive (ACS), percabangan bentuk gada/lempeng kokoh, contoh genus Isopora.

Contoh : Acropora palifera

  1. Acropora digitate (ACD), bentuk percabangan rapat dengan cabang seperti jari-jari tangan.

Contoh : Acropora gemmifera, Acropora humilis.

Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).

Satuan SI massa jenis adalah kilogram per meter kubik (kg·m-3)

Massa jenis berfungsi untuk menentukan zat. Setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda. Dan satu zat berapapun massanya berapapun volumenya akan memiliki massa jenis yang sama.

Rumus untuk menentukan massa jenis adalah

ρ = m / v

dengan

ρ adalah massa jenis,

m adalah massa,

V adalah volume.

Satuan massa jenis dalam ‘CGS [centi-gram-sekon]’ adalah: gram per sentimeter kubik (g/cm3).

1 g/cm3=1000 kg/m3

Massa jenis air murni adalah 1 g/cm3 atau sama dengan 1000 kg/m3

Distribusi densitas dalam perairan dapat dilihat melalui stratifikasi densitas secara vertikal dalam kolom perairan dan perbedaan secara horizontal yang disebabkan oleh arus. Distribusi densitas berhubungan dengan karakter arus dan daya tenggelam suatu massa air yang berdensitas tinggi pada lapisan permukaan pada kedalaman tertentu. Densitas air laut tergantung pada suhu dan salinitas serta semua proses yang mengakibatkan berubahnya suhu dan salinitas. Densitas permukaan laut berkurang apabila ada pemanasan, presipitasi, dan aliran sungai, serta dapat meningkat jika terjadi evaporasi dan menurunnya suhu permukaan.

Densitas merupakan salah satu parameter terpenting dalam mempelajari dinamika laut. Perbedaan densitas yang kecil secara horisontal (misalnya akibat perbedaan pemanasan di permukaan) dapat menghasilkan arus laut yang sangat kuat. Oleh karena itu penentuan densitas merupakan hal yang sangat penting dalam oseanografi. Lambang yang digunakan untuk menyatakan densitas adalah ρ (rho).

Densitas air laut bergantung pada temperatur (T), salinitas (S) dan tekanan (p). Kebergantungan ini dikenal sebagai persamaan keadaan air laut (Equation of State of Sea Water):

ρ = ρ(T,S,p)

Penentuan dasar pertama dalam membuat persamaan di atas dilakukan oleh Knudsen dan Ekman pada tahun 1902. Pada persamaan mereka, ρ dinyatakan dalam g cm-3. Penentuan dasar yang baru didasarkan pada data tekanan dan salinitas dengan kisaran yang lebih besar, menghasilkan persamaan densitas baru yang dikenal sebagai Persamaan Keadaan Internasional (The International Equation of State, 1980). Persamaan ini menggunakan temperatur dalam oC, salinitas dari Skala Salinitas Praktis dan tekanan dalam dbar (1 dbar = 10.000 pascal = 10.000 N m-2). Densitas dalam persamaan ini dinyatakan dalam kg m-3. Jadi, densitas dengan harga 1,025 g cm-3 dalam rumusan yang lama sama dengan densitas dengan harga 1025 kg m-3 dalam Persamaan Keadaan Internasional.

Densitas bertambah dengan bertambahnya salinitas dan berkurangnya temperatur, kecuali pada temperatur di bawah densitas maksimum. Densitas air laut terletak pada kisaran 1025 kg m-3 sedangkan pada air tawar 1000 kg m-3. Para oseanografer biasanya menggunakan lambang σt (huruf Yunani sigma dengan subskrip t, dan dibaca sigma-t) untuk menyatakan densitas air laut. dimana σt = ρ – 1000 dan biasanya tidak menggunakan satuan (seharusnya menggunakan satuan yang sama dengan ρ). Densitas rata-rata air laut adalah σt = 25. Aturan praktis yang dapat kita gunakan untuk menentukan perubahan densitas adalah: σt berubah dengan nilai yang sama jika T berubah 1oC, S 0,1, dan p yang sebanding dengan perubahan kedalaman 50 m.

Perlu diperhatikan bahwa densitas maksimum terjadi di atas titik beku untuk salinitas di bawah 24,7 dan di bawah titik beku untuk salinitas di atas 24,7. Hal ini mengakibatkan adanya konveksi panas.

  • S < 24.7 : air menjadi dingin hingga dicapai densitas maksimum, kemudian jika air permukaan menjadi lebih ringan (ketika densitas maksimum telah terlewati) pendinginan terjadi hanya pada lapisan campuran akibat angin (wind mixed layer) saja, dimana akhirnya terjadi pembekuan. Di bagian kolam (basin) yang lebih dalam akan dipenuhi oleh air dengan densitas maksimum.
  • S > 24.7 : konveksi selalu terjadi di keseluruhan badan air. Pendinginan diperlambat akibat adanya sejumlah besar energi panas (heat) yang tersimpan di dalam badan air. Hal ini terjadi karena air mencapai titik bekunya sebelum densitas maksimum tercapai.

Seperti halnya pada temperatur, pada densitas juga dikenal parameter densitas potensial yang didefinisikan sebagai densitas parsel air laut yang dibawa secara adiabatis ke level tekanan referensi.

Perubahan densitas dapat disebabkan oleh proses-proses :

  • Evaporasi di permukaan laut
  • Massa air pada kedalaman < 100 m sangat dipengaruhi oleh angin dan gelombang, sehingga besarnya densitas relatif homogeny
  • Di bawah lapisan ini terjadi perubahan temperatur yang cukup besar (Thermocline) dan juga salinitas (Halocline), sehingga menghasilkan pola perubahan densitas yang cukup besar (Pynocline)
  • Dibawah Polycline hingga dasar laut mempunyai densitas yang lebih padat

Stabilitas air laut dipengaruhi oleh perbedaan densitasnya, yang disebut dengan Sirkulasi Densitas atau Thermohaline. Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.

Umumnya ada hubungan tak lansung antara suhu dan densitas, karena adanya ganguan atom-atom dalam molekul air. Kenaikan sushu menurunkan densitas air laut dan menambah daya larut air laut. Air murni dapat beku pada suhu 0 derajat Celsius, karena ada pengaruh dari densitas dan salinitas air laut masih dapat cair pada suhu 0 derajat Celsius. Pada permukaan air laut membeku pada suhu -1,9 derajat Celsius. Kapasitas menahan panas air laut dari air laut dan sirkulasi massa air laut menjadikan laut sebagai pompa panas raksasa. Panas dari matahari akan menghangatkan pada permukaan lintang rendah di bumi. Oleh sirkulasi permukaan air laut akan mengngkut panas ke lintang yang tinggi yang seharusnya dingin akan menjadi panas seperti daerah eropa. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli menyatakan posisi Indonesia merupakan posisi penentu dalam mengontrol iklim global dan dunia yang bersumber pada arus lintas Indonesia dari samudera pasifik menuju samudera hindia dan atlantik.

Distribusi densitas dalam perairan dapat dilihat melalui stratifikasi densitas secara vertikal di dalam kolom perairan, dan perbedaan secara horisontal yang disebabkan oleh arus. Distribusi densitas berhubungan dengan karakter arus dan daya tenggelam suatu massa air yang berdensitas tinggi pada lapisan permukaan ke kedalaman tertentu. Densitas air laut tergantung pada suhu dan salinitas serta semua proses yang mengakibatkan berubahnya suhu dan salinitas. Densitas permukaan laut berkurang karena ada pemanasan, presipitasi, run off dari daratan serta meningkat jika terjadi evaporasi dan menurunnya suhu permukaan.

Sebaran densitas secara vertikal ditentukan oleh proses percampuran dan pengangkatan massa air. Penyebab utama dari proses tersebut adalah tiupan angin yang kuat. Lukas and Lindstrom (1991), mengatakan bahwa pada tingkat kepercayaan 95 % terlihat adanya hubungan yang positif antara densitas dan suhu dengan kecepatan angin, dimana ada kecenderungan meningkatnya kedalaman lapisan tercampur akibat tiupan angin yang sangat kuat. Secara umum densitas meningkat dengan meningkatnya salinitas, tekanan atau kedalaman, dan menurunnya suhu.

 

DAPUS :

http://sudomo-gis.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Massa_jenis

http://oseanografi.blogspot.com

http://one-geo.blogspot.com/2010/01/karakteristik-air-laut-ii.html

http://acehpedia.org/Lingkungan_Laut